Rotasi Diferensial
Jika periode rotasi bumi sama, baik pada daerah ekuator maupun kutubnya, tidak demikian dengan matahari. Ini karena wujud matahari berupa gas. Untuk daerah ekuator satu kali rotasi membutuhkan waktu 25 hari, sedangkan untuk daerah kutub satu kali rotasi membutuhkan waktu 36 hari. Perbedaan kecepatan rotasi untuk daerah dengan lintang yang berbeda di matahari ini dinamakan sebagai rotasi diferensial. Adanya rotasi diferensial diyakini menyebabkan terpuntirnya medan magnet matahari sehingga menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan medan magnet di permukaan matahari ini menimbulkan beberapa fenomena di matahari seperti sunspot, flare, dan CME.

SOHO (Solar and Heliospheric Observatory)
merupakan satelit hasil kerjasama ESA (Eropa) dan NASA (Amerika) yang mempelajari matahari, mulai dari bagian inti hingga lapisan korona, juga angin matahari. Orbit SOHO berada pada sepertujuh jarak antara matahari dan bumi. SOHO dilengkapi beberapa instrumen, antaralain teleskop EIT (Extreme ultraviolet Imaging Telescope) dan LASCO (Large Angle and Spectrometric Coronagraph). EIT berguna untuk mengamati matahari dengan spektrum ultraviolet ekstrem, sedangkan LASCO merupakan alat untuk mengamati CME.
Siklus Aktivitas Matahari
Kemunculan sunspot tidak hanya berguna dalam menentukan periode rotasi matahari, tapi juga untuk menentukan tingkat aktivitas matahari. Jika jumlah sunspot dipermukaan matahari banyak berarti aktivitas matahari tinggi, dan begitupula sebaliknya. Berdasarkan pengamatan kemunculan sunspot selama beratus-ratus tahun, para ilmuwan menemukan bahwa kemunculan sunspot memiliki periode tertentu. Artinya, jumlah kemunculan sunspot tidaklah bervariasi sembarang terhadap waktu, tetapi teratur seperti sebuah siklus. Inilah yang menjadi indikator bagi siklus aktivitas matahari.

Puncak Siklus
Periode satu matahari berkisar antara 9 hingga 13 tahun, rata-rata siklus sekitar 11 tahun. Siklus matahari menunjukkan adanya massa awal, puncak, dan akhir siklus. Aktivitas matahari saat awal dan akhir siklus cenderung tenang. Sebaliknya, puncak aktivitas matahari terjadi saat siklus matahri mencapai puncaknya. Biasanya, saat puncak aktivitas matahri banyak terjadi ledakan besar di matahari. Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antariksa, termasuk menyebabkan gangguan di bumi. Saat ini matahari sedang mengalami siklus ke 24. Diperkirakan puncak siklus terjadi pada tahun 2012-2013.

sumber : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Pusat Pemanfaatan Sains dan Antariksa (Pusfatsainsa)

SOHO (Solar and Heliospheric Observatory)
merupakan satelit hasil kerjasama ESA (Eropa) dan NASA (Amerika) yang mempelajari matahari, mulai dari bagian inti hingga lapisan korona, juga angin matahari. Orbit SOHO berada pada sepertujuh jarak antara matahari dan bumi. SOHO dilengkapi beberapa instrumen, antaralain teleskop EIT (Extreme ultraviolet Imaging Telescope) dan LASCO (Large Angle and Spectrometric Coronagraph). EIT berguna untuk mengamati matahari dengan spektrum ultraviolet ekstrem, sedangkan LASCO merupakan alat untuk mengamati CME.
Siklus Aktivitas Matahari
Kemunculan sunspot tidak hanya berguna dalam menentukan periode rotasi matahari, tapi juga untuk menentukan tingkat aktivitas matahari. Jika jumlah sunspot dipermukaan matahari banyak berarti aktivitas matahari tinggi, dan begitupula sebaliknya. Berdasarkan pengamatan kemunculan sunspot selama beratus-ratus tahun, para ilmuwan menemukan bahwa kemunculan sunspot memiliki periode tertentu. Artinya, jumlah kemunculan sunspot tidaklah bervariasi sembarang terhadap waktu, tetapi teratur seperti sebuah siklus. Inilah yang menjadi indikator bagi siklus aktivitas matahari.

Puncak Siklus
Periode satu matahari berkisar antara 9 hingga 13 tahun, rata-rata siklus sekitar 11 tahun. Siklus matahari menunjukkan adanya massa awal, puncak, dan akhir siklus. Aktivitas matahari saat awal dan akhir siklus cenderung tenang. Sebaliknya, puncak aktivitas matahari terjadi saat siklus matahri mencapai puncaknya. Biasanya, saat puncak aktivitas matahri banyak terjadi ledakan besar di matahari. Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antariksa, termasuk menyebabkan gangguan di bumi. Saat ini matahari sedang mengalami siklus ke 24. Diperkirakan puncak siklus terjadi pada tahun 2012-2013.

sumber : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Pusat Pemanfaatan Sains dan Antariksa (Pusfatsainsa)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar