



Bagaimana cuaca antariksa terjadi?
Flare dan CME merupakan aktivitas Matahari yang mempengaruhi cuaca antariksa. Flare menghasilkan sinar ultraviolet eksterm dan sinar X yang dapat mengionisasi molekul-molekul atmosfer Bumi. CME (Coronal Mass Ejection atau Lontaran Massa Korona) melontarkan partikel seperti plasma, proton, dan elektron berenergi tinggi. Jika mengarah ke Bumi, CME akan berinteraksi dengan magnetosfer. Oleh magnetosfer, partikel-partikel akan dibelokkan ke kutub-kutub Bumi dan daerah sekitarnya. Selanjutnya, partikel-partikel tersebut akan berinteraksi dengan molekul-molekul atmosfer di sana.
Efeknya di Bumi
Radiasi sinar X dan ultraviolet eksterm dari matahari menembus magnetosfer. Gelombang pendek tersebut masuk sampai ke atmosfer atas Bumi dan akan mengionisasi molekul-molekul di sana. Akibatnya, komposisi kimia dan kerapatan molekul di lapisan atmosfer atas berubah. Perubahan ini dapat mengganggu sinyal satelit komunikasi dan navigasi, serta penjalaran gelombang komunikasi radio HF
IMF (Interplanetary Magnetic Field)
merupakan medan magnet Matahari yang berada di ruang anatarplanet. Medan magnet ini dibawa oleh angin matahari hingga tepi batas tata surya. Angin matahari bersama medan magnet ini terpuntir akibat rotasi matahari sehingga membentuk spiral (Archimedian spiral).
Efeknya di angkasa
Saat ini, satelit merupakan teknologi yang mempermudah kehidupan manusia. Akan tetapi, teknologi ini rentan terhadap cuaca antariksa. Satelit adalah teknologi yang pertama kali akan terganggu karena cuaca antariksa. Selain berdampak pada satelit, cuaca antariksa juga dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi para astronot di ruang angkasa terutama melalui radiasi gelombang elektromagnetiknya. Radiasi ini dapat menyebabkan kanker dan perubahan pada beberapa sistem biologis manusia.
Pengaruh iklim di Bumi
Saat puncak aktivitasnya, intensitas radiasi sinar matahari meningkat. Hal ini akan menyebabkan peningkatan susu di atmosfer. Salah satu lapisan atmosfer yang terpengaruh adalah stratosfer yang mengandung ozon. Peningkatan suhu akan menyebabkan peningkatan konsentrasi ozon sehingga menimbulkan pengaruh pada iklim di bumi.

sumber : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Pusat Pemanfaatan Sains dan Antariksa (Pusfatsainsa)
Efeknya di angkasa
Saat ini, satelit merupakan teknologi yang mempermudah kehidupan manusia. Akan tetapi, teknologi ini rentan terhadap cuaca antariksa. Satelit adalah teknologi yang pertama kali akan terganggu karena cuaca antariksa. Selain berdampak pada satelit, cuaca antariksa juga dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi para astronot di ruang angkasa terutama melalui radiasi gelombang elektromagnetiknya. Radiasi ini dapat menyebabkan kanker dan perubahan pada beberapa sistem biologis manusia.
Pengaruh iklim di Bumi
Saat puncak aktivitasnya, intensitas radiasi sinar matahari meningkat. Hal ini akan menyebabkan peningkatan susu di atmosfer. Salah satu lapisan atmosfer yang terpengaruh adalah stratosfer yang mengandung ozon. Peningkatan suhu akan menyebabkan peningkatan konsentrasi ozon sehingga menimbulkan pengaruh pada iklim di bumi.

sumber : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Pusat Pemanfaatan Sains dan Antariksa (Pusfatsainsa)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar